Text
Shalatul Mu'min Buku Induk Shalat
Shalat merupakan syari’at terpenting dalam Islam. Posisinya dalam rukun iman menempati urutan kedua setelah syahadat sebagai gerbang masuk Islam. Artinya, setelah seseorang menjadi muslim, secara otomatis dibebankan kepadanya kewajiban shalat. Bahkan Nabi mengidentifikasi shalat sebagai pembeda antara seorang muslim dan non muslim. Saking pentingnya shalat, kewajiban ini tak boleh ditinggalkan dalam segala kondisi. Tak ada alasan sibuk bekerja, dalam perjalanan, maupun dalam kondisi sakit. Hanya saja ada keringanan (rukhshoh) dalam mengerjakan shalat pada saat-saat tertentu, misalnya saat sedang menempuh perjalanan jauh, shalat bisa dilakukan dengan cara jamak qashar (digabung dan diringkas). Dalam kondisi sakit, shalat dapat dilakukan dengan cara duduk, berbaring, dan dengan isyarat. Bahkan jika tidak ada air atau karena sakit yang tidak diperbolehkan kena air, maka wudhu dapat diganti dengan tayamum. Banyak dalil dari Al-Qur’an dan hadis yang menekankan betapa pentingnya shalat bagi setiap muslim. Buku “Shalatul Mu’min Bab Shalat Sunnah” yang membahas tuntas segala hal tentang shalat sunnah disertai dalil-dalil kuat yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunah Rasul saw.
| A1585 | 297.3822 SAI s | Perpustakaan Sekolah Cendekia BAZNAS (200) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain